Wednesday, January 22, 2014

Superbia

Sayap putih suci
Gaun elok dan menawan
Alamas terukir di guci
Batu mahsyur dan rupawan

Kaligrafi di dinding
Tiada perak tembaga dasar
Kejahatan selalu keliling

Sajak tujuh dosa besar

Invidia

 Hijau zamrud atau daun
 Irikah daun pandang kokohnya batu itu?
Indah kuat bertahun-bertahun
Sedangkan dia mati dimakan waktu

Walaupun tak sehijau hijau bening
Walaupun gugur pada musim gugur
Di balik hijau yang akan menguning

Beri kehidupan yang subur

Ira

flora merah bermekaran
sebar serbuk serbuk ala
kemarahan keluh berserakan
bagai anjing galak dan gila

Memang hidup tak selurus penggaris
Naik turun tiada gravitasi
Pakai kesabaran sebagai pelapis

Pelapis keluhan sampai basi

Acedia

Matahari dan bulan
Dipandang hanya sebuah bola
Utara dan selatan
Pikir tak mulus dan ala

Batu pun akan musnah
Begitu pun baja dan bata
Tak seperti perjakanya panah

Tingkah babi yang tak membabi buta

Avaritia

bayangakan dunia
kuasa dua orang
satu bijak yang belia
satu serakah hitam arang

bagai matahari bulan
tak akur selalu kejar
satu pulau ia makan
dan ia minum laut segar    

Luxuria

jelajah nikmat tiada henti
mata kaki tangan dan nafsu
senang yang bersilih ganti
balas siksa yang selalu bisu

tangan kunci tak bisa terbang
saat Februari istirah
betapa tak sadar si dalang

 bahayanya gairah

Gula

Sajak tujuh dosa besar
Bisikkan setan menyesat
Makan dan minum gebyar
Lihatlah! Tipuan muslihat

Bertahan hidup memang perlu
Jangan dibabat, ya yang sedikit
Tak sayangkah paru-paru?
Engkau bawa ke langit